MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BELAJAR
Belajar
atau menuntut ilmu merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Tanpa ilmu, manusia tidak dapat
melakukan segala hal. Untuk mencari nafkah perlu ilmu, beribadah perlu ilmu,
bahkan makan dan minumpun perlu ilmu. Dengan demikian belajar merupkan sebuah
kemestian yang tidak dapat ditolak apalagi terkait dengan kewajiban seorang
sebagai hamba Allah swt. Jika seorang tidak mengetahui kewajibannya sebagai
hamba bagaimana bisa dia dapat memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.
Selanjutnya, amal menjadi ma`mum kepada ilmu. Tidak sah amal tanpa ilmu. Jadi
dalam makalah yang sederhana ini akan dibahas mengenai kewajiban menuntut ilmu
atau kewajiban belajar dari sudut pandang kajian hadis tematik. Oleh sebab itu
dalam makalah ini akan dijelaskan beberapa hadis tentang kewajiban menuntut
ilmu. Ada 50 hadis yang diriwayatkan dari Rasul saw terkait mengenai kewajiban
menuntut ilmu. Namun, dalam makalah ini akan dibahas bebera saja dari hadis
tersebut karena pada dasarnya isi dan pesannya sama. Sebelum membahas mengenai
kewajiban menuntut ilmu dalam hadis ini akan dibahas pula mengenai pengertian
wajib belajar setelah itu baru dibahas mengenai kewajiban belajar sebagaimana
tertuang dalam hadis-hadis Rasul saw. Untuk lebih memperjelas topik ini dipaparkan
selanjutnya mengenai definisi ilmu, klasifikasinya serta keutamaannya. Dengan
demikian jelaslah bagaimana kewajiban menuntut ilmu, apa itu ilmu, pembagian
ilmu dan keutamaan menuntut ilmu. Makalah ini dapat lebih memotivasi untuk giat
belajar dan mendalami ilmu terutama ilmu-ilmu agama. Dewasa ini, semua
bangsa-bangsa menyadari pentingnya ilmu. Sering didengar slogan, “ilmu adalah
kekuatan”. Juga diketahui bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang menjunjung
tinggi ilmu dan pengetahuan untuk dapat memajukan taraf hidupnya. Bangsa yang
mundur adalah bangsa yang mengabaikan ilmu dan meremehkan ilmuannya. Di dalam
sejarah, bagaimana Alexander The Great menguasai dunia dan mengukuhkan
hegemoninya dari Barat sampai ke Timur dengan mengandalkan tradisi keilmuan
filsafat Yunani dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Begitu juga dengan
bangsa-bangsa maju lainnya. Dengan demikian makalah ini sangat penting untuk
dikaji dan dibahas sehingga dapat diketahui pentingnya ilmu dalam Islam dan
keutamaan ilmu. Dengan harapan, kiranya dapat menjadi motivasi dalam
mempelajari dan mendalami ilmu. beberapa hadis mengenai kewajiban belajar.
Rasul saw bersabda mengenai kewajiban belajar :
حدثنا أمحد بن عبد الوىاب قال حدثنا على بن عياش
احلمصي قال حدثنا حفص بن سليمان عن كثري بن شنظري عن حممد بن سريين عن أنس بن مالك
قال قال رسول اهلل : ِ ل ْ ُس لَى ُك ِّل م َ ٌ ع ْ َضة ِري َ ِم ف لْ ِ الع ُ طَلَب
لم يروه عن حممد إال كثري وال عن كثري إال حفص بن سليمان
(7:
H 1415, Tabrani-At( Artinya:”Ahmad bin `Abdul Wahhâb menceritakan kepada kami
bahwa ia berkata `Ali bin `Iyasy al-Himşi menceritakan bahwaHafaş bin Sulaimân
menceritakan dari Kaśîr bin Syanᶎîr dari Muhammad bin Sirîn dari Anas bin Mâlik
bahwasanya ia berkata, Rasul saw bersabda : Menuntut ilmu wajib bagi setiap
muslim”. Ia tidak meriwayatkan Hadis ini dari Muhammad namun dari Kaśîr dan
meriwayatkannya dari Hafaş bin Sulaimân. Ilmu yang dimaksud di dalam Hadis ini
adalah ilmu yang mesti diketahui seperti ilmu mengenai Maha Pencipta, ilmu
mengenai kenabian, ilmu mengenai tata cara shalat dan lain sebagainya dan semua
ini hukum mempelajarinya adalah wajib. ( al-Manâwi, 1998: 226)
Keutamaan Menuntut Ilmu Tidak ada
agama yang seperti agama Islam dan tidak ada kitab suci yang seperti Alquran
yang begitu mengutamakan ilmu dan menganjurkan manusia untuk mencarinya.Allah
swt juga meninggikan kedudukan orang yang berilmu dan menjelaskan keutamaannya
serta kelebihannya di dunia dan di akhirat.Allah swt juga menganjurkan untuk
belajar dan mengajarkan ilmu serta meletakkan kaeadah-kaedah dasar, hukum-hukum
dalam hal tersebut sebagaimana yang tercantum di dalam Alquran. Sebagi bukti
wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah perintah untuk membaca
yang merupakan kunci bagi ilmu dengan menyebutkan pena sebagai sarana untuk
mentransfer ilmu dari satu generasi kepada generasi lainnya. Sebagaimana firman
Allah swt di dalam suarat al-`Alaq ayat1-5:
َ لَق َ ي خ ذِ َّ ِّ َك ال ب َ ِم ر ْ اس ِ أْ ب
َ ٍق اق ١ْ ﴿ ر لَ َ ع ْ ن ِ َن م ا َ نس اْْلِ َ لَق َك َ َ ﴾ خ ٢ ب ر َ أْ و َ ْر
﴾ اق ﴿ ُ م َ ِم اْألَ ٣ْ ﴿ كر لَ َ الْق ِ ب َ م َّ ل َ ي ع ذِ َّ َ ﴾ ال ٤ ا نس اْْلِ
َ م َّ ل ْ ﴾ ع ﴿ َ لَم ْ ع َ ي ْ ا ََل َ َن ٥ ﴾م
Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari suatu yang melekat.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.Yang
mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang
tidak diketahuinya”.
Sungguh surat yang pertama yang
diturunkan Allah swt adalah surat al- `Alaq dalam surat ini Allah swt
menyebutkan anugrah apa yang telah diberikanNya kepada manusia yaitu
mengajarkan apa-apa yang tidak dia ketahui. Di dalam surat ini Allah swt
menegaskan keutamaanNya dengan mengajari manusia dan mengutamakan manusia
dengan ilmu tersebut. Hal ini menunjukkan akan kemulian ilmu dan
mengajarkannya. Surat ini dibuka dengan perintah untuk membaca yang dapat
mendatangkan ilmu.Kemudian Allah swt menyebutkan makhlukNya secara umum dan
secara khusus.Dimana Allah swt mengkhususkan manusia di antara makhluk-makhlukNya
untuk memperoleh kemulian ilmu ini. Dimana Allah swt memerintahkannya untuk
memperhatikan kejadian dirinya dari sesuatu yang melekat di dinding
rahim.Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa dia Maha Mulia dengan lafal akram
dengan berbagai keutamaan dan anugrah yang Dia berikan. Kemudian Allah swt
menjelaskan mengajarkan makhlukNya secara umum dan secara khusus yaitu manusia.
Di
antara ayat-ayat yang turun di awal ialah surat al-Qalam sebagaimana firmanNya
: َ ِم َقلَ ن والْ َ و َ م َ اي ْ سطُ ُ ر
ْ وَن
Artinya: “Nun, demi pena dan apa yang
mereka tulis”. Allah Swt di dalam ayat ini bersumpah dengan pena. Tidaklah
Allah swt bersumpah dengan sesuatu melainkan bahwa sesuatu itu sangat penting
dan sangat bernilai.Pena merupakan alat untuk mentransper ilmu dari satu orang
kepada lainnya, dari satu bangsa kepada bangsa lainnya dan dari satu generasi
ke genarasi lainnya.Pena membuat kekalnya ilmu sepanjang masa.Pena sebagai alat
untuk menukil ilmu dan mengabadikannya. Sunggah besar dan begitu penting peranan
pena di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar