Rabu, 23 Oktober 2019

halalan thayyban

pengertian Halalan Thayyiban

Dalam surat Al Baqarah ayat 168. Bahwa Allah Swt berfirman mengenai Halalan Thayyiban tersebut.Arti dari ayat tersebut adalah :
“Wahai manusia, Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”
Nah didalam ayat tersebut Allah menjelaskan arti dari Halalan Thayyiban, yaitu Makanan yang baik.
Baik itu seperti apa? Ya tentunya sebuah makanan yang kita cari dan dapatkan dengan cara yang halal. Makanan yang diolah dengan cara yang thayyib (baik). Jadi Kata Halalan Thayyiban itu berasa dari bahasa Al Quran merupakan perintah langsung dari Allah kepada kita. Bahwa Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang baik-baik, dan tidak mengikuti langkah setan. Sebab setan adalah musuh yang nyata.
Contoh Makanan yang Halalan Thayyiban
Nah pasti kita bertanya-tanya gimana sih ciri makanan yang halalan thayyiban itu?
Misalkan sebuah daging ayam itu bisa dikatakan halalan thayyiban ketika cara penyembelihannya baik, sesuai syariat. disembeli dengan mengucap asma Allah “Bismillahirohmanirohim”. Dan ketika dimasak nanti, dimasak dengan cara yang baik, menggunakan peralatan yang bebas dari najis.
Kira-kira makanan yang kita makan itu sudah halaln dan thayyiban gak ya?. Semoga semua yang masuk kedalam tubuh kita adalah makanan yang halal dan thayyib. Sebab jika kita memakan sesuatu yang tidak baik secara sengaja, maka itu akan mendarah daging dalam diri kita. Dan ketika makanan tesebut telah mendarah daging, menyatu dengan tubuh kita. Disaat itu kita menangung dari ketidak thayyiban makanan tersebut. Semoga kita semua terhindar dari segala sesuatu yang dapat menjauhkan kita dari ramhat Allah Swt. Dan semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita.
Pengertian Halalan Thayyiban secara Umum
Nah jika diatas tadi itu pengertian halalan thayyiban menurut Al Quran, sekarang kita bahas secara umum.
Jika kita terapkan kehidupan sehari-hari, halalan thayyiban juga termasuk cara berpakaian kita. Yaitu harus menggunakan pakaian yang halal dan baik. Bagaimana pakaian yang halal dan baik itu?
Ya tentunya kita mendapatkannya atau membelinya dengan uang yang cara mendapatkannya secara halal. Kemudian kita menggunakan untuk kebaikan, bukan untuk kemaksiatan.
Allah swt. berfirman: َ
 ِ ِ أ ُ الأ ُّ ًَل ُ ِ ُ َّ ِ ُوا ِ أ ُ ًَل ت َ وا و ُ َ أا ا َ ُوا و ُكل َ و 
‚Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah swt. tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan‛. 

 Ayat di atas menjelaskan tentang anjuran untuk makan dan minum dan larangan berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi sesuatu. Larangan berlebih-lebihan meliputi: 1. Cara memperolehnya. Misalnya, makanan yang diperoleh dengan cara yang bertentangan dengan aturan Allah swt. atau bertentangan dengan aturan manusia, seperti korupsi, mencuri, merampok, menipu, manipulasi, dan sebagainya termasuk klasifikasi berlebih-lebihan. Hal yang berlebih-lebihan seperti ini merugikan pihak lain dan merusak sistem kehidupan bermasyarakat. 2. Cara penyajian. Misalnya, memasak makanan yang seharusnya untuk lima orang, namun memasak untuk konsumsi sepuluh orang. 3. Dalam mengkonsumsinya. Makanan yang terlalu banyak dikonsumsi bisa merugikan dan membahayakan tubuh. Makanan yang terlalu banyak dikonsumsi bisa merugikan dan membahayakan tubuh.











ulisanlobak.com/pengertian-halalan-thayyiban/
http://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/irtifaq/article/view/82/82

Tidak ada komentar:

Posting Komentar