Selasa, 22 Oktober 2019

manusia sebagai makhluk otonom

Manusia pada hakikatnya juga sebagai makhluk otonom. Makhluk otonom bisa disebut sebagai manusia yang mempunyai kebebasan dalam menentukan sikap, dengan kata lain ia makhluk yang mandiri jadi setiap manusia dalam perkembangannya haruslah di awali dari diri sendiri seperti dalam hadist nabi yang saya kutip “ibda’ binafsik” yang artinya mulailah dari diri kamu sendiri. Nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada manusia sangatlah banyak . bahkan terdapat juga dalam Al-qur’an bagaimana nikmat Allah yang di berikan kepada hambanya ialah amat sangat banyak dan takkan terhitung bilangannya .berikut ayat yang menerangkan bagaimana nikmat Allah terhadap manusia. dalam membangun suatu otonomi manusia adalah mahkluk Allah yang satu-satunya di berikan akal oleh Allah SWT. Tentunya dalam membangun suatu otonomi manusia punya suatu pedoman agar perkembangan otonom tersebut tidak merugikan dirinya sendiri apalagi merugikan orang lain. Karena dalam otonomi manusia tak selalu menggunakan akal sehat tetapi manusia kebanyakan yang mengikuti hawa nafsunya yakni “ hubbud dunya” yang mana hal ini dapat merusak ketentuan yang Allah berikan dan merugikan diri sendiri juga orang lain . dalam Al-Qur’an juga di jelaskan bagaimana manusia itu mampu merusak ketentuan yang Allah berikan dengan mengedepankan hawa nafsunya Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Di dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain.dimana manusia itu membutuhkan orang lain untuk hidupnya sendiri sehingga manusia itu sangat erat hubungannya dengan orang lainnya.karenatidak lai manusia adalah makhluk sosial dimana terhubung dangan yang lain dimana itu akan membantunya dikala ia mendapatkan masalah atau pun kesulitan dimana manusia yang lain tidak segan-segan membantu ia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar