Selasa, 22 Oktober 2019

ibadah mahdah

Mahdhah artinya murni. Ibadah mahdhah berarti ibadah murni.Yang dimaksud dengan ibadah mahdhah adalah hubungan manusia denganTuhannya, yaitu hubungan yang akrab dan suci antara seorang muslim dengan Allah SWT yang bersifat ritual (peribadatan), Ibadah mahdhah merupakan manifestasi dari rukun islam yang lima. Atau juga sering disebut ibadah yanglangsung.  Selain itu juga ibadah mahdhah adalah ibadah yang perintah dan larangannya sudah jelas secara zahir dan tidak memerlukan penambahan atau pengurangan. Jenis ibadah yang termasuk ibadah mahdhah, adalah :

a. ShalatSecara lughawi atau arti kata shalat mengandung beberapa arti yang beragam salah satunya do’a, itu dapat ditemukan contohnya dalam Al-Qur’an surat al-Taubah ayat 103:وصل عليهم إن صلوتك سكن لهمBerdo’alah untuk mereka, sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Secara terminologis ditemukan beberapa istilah diantarnya: Serangkaian perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan disudahi salam”.b. ZakatZakat adalah salah satu ibadah pokok dan termasuk salah satu rukun Islam, yang berarti membersihkan, bertumbuh dan berkah. Zakat itu ada dua macam: yaitu zakat harta atau disebut juga zakat mal dan zakat diri yang dikeluarka setiap akhir bulan ramadhan yang disebut juga zakat fitrah.c. PuasaPuasa adalah ibadah pokok yang ditetapkan sebagai salah satu rukun Islam. puasa secara bahasa bermakna , menahan dan diam dalam segala bentuknya. Secara terminologis puasa diartikan dengan “menahan diri dari makan, minum dan berhubungan seksual mulai dari terbit fajar sampai terbenammatahari dengan syarat-syarat yang ditentukan”.d. Ibadah HajiSecara arti kata, lafaz haji yang berasal dari bahasa arab, berarti “bersengaja”. Dalam artian terminologis adalah Menziarahi ka’bah dengan melakukan serangkaian ibadah di Masjidil Haram dan sekitarnya, baik dalam bentuk haji ataupun umroh.e. UmrohUmroh adalah mengunjungi ka’bah dengan serangkaian khusus disekitarnya. Perbedaannya dengan haji ialah bahwa padanya tidak ada wuquf di Arafah, berhenti di Muzdalifah, melempar jumrah dan menginap di Mina.  Dengan begitu ia merupakan haji dalam bentuknya yang lebih sederhana, sehingga sering umroh itu disebut dengan haji kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar